Saturday, May 5, 2012

METODE ILMIAH

Dalam menyusun sebuah penelitian, menjadi sebuah kaharusan menggunakan alur yang baik. Ini memungkinkan agar hasil yang didapat lebih tersistematis dan ketika memang ada kesalahan, maka akan mudah untuk mengetahui bagian mana yang harus diperbaiki.
Dalam kuliah Metodologi Penelitian ( Metlit ). Tersuguhkan bagan dari Metode Ilmiah. Bagan ini memudahkan dalam penyusunan sebuah karya ilmiah, tulisan atau yang lainnya.



Jika kita lihat bagan di atas, akan terlihat bahwa dalam metode ilmiah terdapat tiga jenis alur dalam melakukan penelitian.


Alur 1 :

Perumusan Masalah – Perumusan Hipotesis – Pengujian Hipotesis – Hasil

Pada alur ini, tahapan yang dilakukan tidaklah terlalu panjang. Hanya menggunakan tiga tahapan saja. Langkah awal merumuskan masalah, hal apa yang akan diteliti dan menjadi acuan dalam penelitian ini. Kemudian langsung merumuskan hipotesis, hipotesis adalah dugaan dari awal sebuah hasil penelitian. Hipotesis disini adalah harapan yang akan terjadi diakhir penelitian. Setelah merumuskan hipotesis, lalu melakukan pengujian hipotesis tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan kriteria kebenaran korespondesi dan alur berfikir induksi. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah hipotesis yang dibuat sesuai dengan penelitian yang dilakukan.

Alur 2 :

Perumusan Masalah – Penyusunan Kerangka Berfikir – Perumusan Hipotesis – Pengujian Hipotesis - Hasil

Untuk alur kedua ini, penelitian akan lebih sistemasis dikarenakan terdapat tahapan penyusunan kerangka berfikir yang memudahkan dalam melakukan penelitian.
Lagkah awal sama seperti pada alur 1 yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Setelah itu masalah yang telah dirumuskan disusun sistematis dengan metode kerangka berfikir. Ini akan memudahkan  dalam penelitian, karena akan lebih sistematis dan akan tersusun rapih. Setelah itu, merumuskan hipotesis dengan menggunakan kriteria kebenaran korespondensi dan alur berfikir induksi. Hasil dari pengujian ini adalah ditolak atau diterima. Ketika hasilnya ditolak, maka akan ditinjau ulang ditahapan kerangka berfikir, lalu melakukan tahapan yang sama dengan sebelumnya.

Alur 3 :

Perumusan Masalah – Khasanah Pengetahuan Ilmu – Penyusunan Kerangka Berfikir – Perumusan Hipotesis – Pengujian Hipotesis – Hasil

Alur ke-3 adalah alur lengkap dalam metode ilmiah. Semua tahapan dilalui dengan pemikiran matang yang terperinci. Hasil yang dihasilkan pun akan lebih mendekati kepada sumber karena tahapan yang terperinci.
Langkah awal yaitu sama seperti alur sebelumnya, yaitu merumuskan masalah. Masalah yang diteliti pun adalah masalah yang mesih hangat diperbincangkan atau masalah yang memiliki nilai pengetahuan yang luas. Dalam menentukan sebuah masalah ada beberapa triknya, biasanya masalah akan muncul ketika timbul perbedaan yang sangat kontras antara pendapat yang pro dan kontra. Karena sesuatu hal dikatakan penting jika hal tersebut menyangkut kemaslahatan umat. Kemudian hal itu pun bukan sesuatu yang sudah lama atau tidak jaman lagi. Sehingga hasil penelitian pun masih relevan dengan masanya.
Kemudian setelah merumuskan masalah, langkah berikutnya adalah mencari sumber-sumber yang berhubungan dengan masalah. Pada tahap ini adlah pembeda dari tahap-tahap sebelumnya. Lalu dengan kriteria kebenaran koheren dan alur berfikir deduktif, mulailah menyusun kerangka berfikir yang akan menjadi poin-poin yang akan dilalui ketika melakukan penelitian. Setelah itu melakukan perumusan hipotesis, dimana berupa dugaan awal untuk sebuah hasil dari penelitian yang sedang dilakukan. Hipotesis dibagi menjadi dua yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Hipotesis penelitian adalah hipotesis yang biasa dibuat atau dugaan sementara untuk hasil penelitian yang akan dilakukan, sedangkan hipotesis statistik adalah dugaan awala terkait sesuatu yang tak mungkin terjadi pada hasil penelitian.
Langkah berikutnya adalah melakukan pengujian hipotesis dengan kriteria kebenaran korespondensi dan alur berfikir induksi. Pengujian hipotesis ini berupa eksperimen terkait masalah yang diteliti. Setelah dari pengujian hipotesis ini akan menghasilkan sebuah hasil. Jika hasilnya tidak sesuai dengan semestinya atau ditolak, maka akan ada peninjauan dibagian kerangka berfikir. Bisa jadi terdapat poin-poin kerangka berfikir yang belum terlaksana atau tidak terlaksana dengan sempurna sehingga hasilnya ditolak. Jika hasil pengujian diterima, ini akan menjadi khasanah pengetahuan ilmiah baru yang bisa menjadi sumber-sumber untuk penelitian berikutnya.



No comments:

Post a Comment

Post a Comment